the roots of education are bitter, but the fruit is sweet ~aristotle~

Showing posts with label Curahan Emosi. Show all posts
Showing posts with label Curahan Emosi. Show all posts

Tuesday, July 12, 2011

Starts from the Scrap!

Assalamualaikum!!!

 

Balik lagi nulis setelah vakum hampir dua bulan! Yap! Tulisan terakhir gw yang gw tulis buat Swaragama FM ternyata ga menang lombanya, dan gw shock karena gw yakin tulisan gw bagus banget dan pantes menang! Seteleh gw review lagi, ternyata tulisan gw jelas terlalu pathetic! memalukan untuk mahasiswa seusia gw! Seharusnya gw nulis tentang bla bla bala, jika aja gw nulis tentang bla bla bla.. Ah..

Get a life!

 

Whatever it is, life comes back to reality and I am a dreamer. Kalo orang bilang let us start from the scratch, tapi gw kini mesti mulai lagi kehidupan gw dari the scrap! Yap! Dari kepingan dan dari bekas-bekas kehidupan dan mas lalu. Mengapa? Yah karena semua itu ga bisa semudah kita ngerebus aer kan ngelupainnya.. Mesti ada proses dan tete* benge* lainnya.. Bla bla bla as always not a destination of talking. <---maksudnya ga ada arah ini kalimat mau ngajak ngomong apa.

 

Mencoba ngebangun kembali hidup dari scrap ternyata gampang-gampang susah Bos.

 

Kendala yang pertama pasti adalah kebiasaan! Ngerubah kebiasaan itu satu hal yang paling berat di dunia. Contoh gampangnya begini, sampeyan biasa cebok pake apa? Pake air kan? Sama kaya saya. Nah sekarang bayangin kalo tiba-tiba tanpa alasan yang ga jelas, sampeyan di deportasi dari Indonesia *lho* terus disuru balik ke Kirgiztan, salah satu negara di Afrika *tetoooot*. Nah di sana kan ceboknya pake daon cemara, nah bayangin ape rase cebok pake daon cemara. Hedeeeeh.. pasti ga biasa, yang ada malah muncul rasa, “ih kok masi lengket2 ya” dan ujung-ujungnya balik ke aer lagi. Makanya kita mesti hemat air dari sekarang.

 

Begitulah keadaan gw sekarang. Yap dan hal yang sama mesti terjadi pada orang yang ingin hidupnya berubah. Misalnya niat mau rajin shalat, tapi karena kebiasaan bangunnya kepagi-agak-siang-dikit-sih-an, suka lewat shalat subuhnya. *sebenarnya ini terjadi karena pemasangan alarm yang terlalu pagi, biasanya alarm dimatikan secara tidak sadar –_____-* dan berakibat pada bangun kesiangan* Gw siasatin dengan masang alarm lebih siang, eh malah kesorean bangunnya. APAAAN SEEEH!

 

Kendaraan yang kedua adalah malas yang ga ilang-ilang. Sumpah kalo gw bisa minta sama Allah SWT, gw mau minta supaya sifat malas itu diilangin dari diri manusia. Karena dengan ilangnya sifat malas ini nih, ga akan lagi ada orang yang males mandi, ga akan lagi ada orang yang males ngerawat diri, ga akan lagi ada yang nyantai2 di perpus, ngarang alasan buat telat, dan ga akan lagi ada emak-emak di pinggir jalan perempatan selokan mataram UGM. Oiya, dan Nazarudin pasti ga aakan malas pulang demi Demokrat. Cuh.

 

Dan ga akan lagi ada orang yang kerjaannya saban ari ngopi fil di warnet, terus nonton 10 film durasi 2,5 jam dalam 2 hari, dan yang seminggu full maen FM, dan Age of Empire. Sampah, mandi kaga, pake baju kaga, sisiran kaga, beli makan di warung sebelah.

 

Oke itu dulu buat hari ini CURAHAN HATI LIBURAN GW.

Thursday, May 5, 2011

Saya yang Tidak Baik Untuk Kamu

Malam ini ada sebuah flm berjudul Phone Booth, tayang di Global TV tepat jam 8 malam. Ketika pertama nonton, pikir saya ini adalah sebuah film aksi sama seperti film dua hari kemarin. Ada The Empress and The Warriors, kemudian ada HitMan dan berikutnya ada The Phantom. Meski menegangkan, Phone Booth jauh berbeda.

 

Ceritanya dimulai dengan duet kerja antara seorang pewarta bernama Stuart dan asisten mudanya, Adam. Mereka berjalan sepanjang toko untuk menelepon para klien dan majalah tentang calon artis yang Stu akan iklankan. Perbincangan itu berlangsung cepat dan padat. Dari sana dapat kita lihat jelas kalau Stu adalah seorang yang pandai berbicara.

 

Stu punya kelemahan. Stu telah menikah dan ia berselingkuh. Istri Stu bernama Kelly, bekerja di sebuah toko yang saya tidak tahu toko apa. Sementara selingkuhannya bernama Pam, seorang wanita yang ia bohongi akan diorbitkan sebagai bintang film. Stu biasa menghubungi Kelly melalui sebuah telepon umum, tidak menggunakan ponselnya. Ini dikarenakan Stu tidak ingin perselingkuhannya diketahui oleh istrinya.

 

Ceritta tentang kotak telepon itu dijelaskan pada epilog awal film ini. Bagaimana telepon itu digunakan dan bekerja sebagai satu-satunya yang mampu beroperasi di daerah tersebut.

 

Cerita mulai menaiki kurva ketika seorang pengantar pizza datang mengantarkan ke kotak telepon tersebut. Stu yang merasa tidak memesan pizza tersebut kemudian memerintahkan pengantar pizza tersebut untuk mengantarkan balik pizza tersebut kepada pemesan awalnya. Dari situ, bekerjalah sang psikopat, peran antagonis dalam film ini.

 

Psikopat ini menghubungi Stu lewat telepon umum itu. Dari sana, dia memerintahkan Stu untuk melakukan berbagai hal. Dari mengusir para pelacur yang mengganggunya, memerintahkan polisi untuk pergi, dan mengakui semua kesalahannya di depan kamera. Stu ada dalam posisi yang sulit. Di satu sisi dia ingin menyelamatkan diri, tapi di sisi lain dia tidak ingin baik Kelly maupun Pam mati dibunuh si psikopat.

 

Akhirnya Stu memilih untuk mengakui semua kesalahan terhadap istrinya. Dan kalimat yang paling bagus di bagian itu adalah:

 

“I’m just a man with

flesh, blood and weaknesses.

You deserve someone better.”

--------------------------------------------------

Malam ini orang yang saya cintai, mengirimkan saya pesan. Dia terlihat marah sekali ketika tahu dia saya blocked dan removed dari FB saya. Dan jika dia membaca ini, saya cuma ingin dia tahu kalau itu semua saya lakukan untuk kebaikan dia. Jika dia memang mencintai saya, maka dia tahu apa yang seharusnya dia lakukan. Tapi dia tidak lakukan itu. Dan itu membuat saya kecewa. Kecewa berat untuk tahu bahwa dia begitu.

Entah kenapa film ini datang dan membawa satu kalimat yang sangat tepat untuk dia. Adalah bahwa saya hanyalah laki-laki yang penuh dengan kelemahan. Dan adalah bahwa dia berhak untuk mendapatkan seseorang yang lebih baik dari saya. Dan diapun sudah memilihnya. Maka sudah saatnya saya pergi. Bukan untuk kebaikan saya, tapi untuk kebaikan dia. Agar suatu hari nanti pacarnya tidak mengeluh dijadikan pelarian. Dan lain sebagainya. She deserves someone better. That is the reason.

Tentang Ular

Ular. Binatang melata. Berjalan dengan perut. Reptilia. Binatang yang bisa ganti kulit. Berderik. Ada yang berbisa. Ada yang tidak. Kobra dan Piton. Pisang.

 

Ada dua binatang yang paling saya jauhi selama ini. Yang pertama itu laba-laba. Meski laba-laba punya sejarah baik sama Rasulullah SAW, entah kenapa tiap liat laba-laba (yang gede dan ada bulu-bulunya gitu) bawaannya merinding dan pengen segera ngalihin pandangan. Dulu di kamar mandi rumah ada laba-laba rumahan yang gedenya segede 4 jari, sambil bawa buntelan telor segede permen mentos! Bayangin! Itu laba-laba cewenya, yang cowo item dan berbulu cuma lebih kecilan dikit. Itu kalo saya mandi (pas masih SD gitu) mandinya mesti jauh2 dari tu laba-laba. Pernah sampe bawa sapu ke kamar mandi buat jaga-jaga kalo laba-labanya nyerang (Sad smile).

 

Pernah juga pas lagi buang air kecil, tau-tau laba-laba yang kecilan (mungkin anaknya atau keponakannya yang tadi) itu loncat ke badan saya dan ngerangkak ke kaki. Wah saya loncat loncat sambil si “adek” belum ditutup (masih SD lho!).

 

Nah kalo ular ini baru semenjak mau masuk SMP saya jauhin. Pertama karena waktu itu ada uler kobra 2 meter mungkin panjangnya nampang di depan saya. Dasar uler aneh mungkin kedinginan karena ujan, tau-tau masuk ke rumah lewat saluran pembuangan dapur. Waktu itu saya lagi mau ambil gunting untuk motong kertas jawaban di LKS UN. Tuh uler korba tau-tau aja jalan di depan saya. Brrrrrrt. Tau aja anak kelas 6 SD ngeliat uler segede itu. Langsung manggil,, “ayaaaaaaah…. ayaaaaaah… ayaaaaaah.. ada uler korba tuh di dapur. Item panjang banget”.

 

Si Ibu langsung aja tuh nutup pintu dapur. Si ayah uda tau-tau aja manjat jendela. Dan si Ibu bilang, “Ta minta garem ke Thofa (tetangga sebelah)”. Bukan ga punya garem, tapi garemnya ada di dapur yang tadi dilewatin uler. Akhirnya segala macem cara dicoba buat ngusir si uler. Mulai dari disiram garem, sampe disiram air panas.

 

Alhamdulillah ulernya keluar, tapi sayang, ada anakan kucing di luar yang mungkin sempet kena gigit sama si uler dan kemudian mati besoknya.

 

Sebenarnya yang jadi masalah bukan binatang uler. Tapi mimpi tentang ular.

 

Beberapa tahun lalu saya sempat punya masalah dengan mimpi ular. Waktu itu kelas 3 SMP. Saya dimimpiin 3 ekor uler yang ngelilit badan saya, tapi bukan ular sanca atau piton. Ularnya kurus kaya kobra. Tapi ga bentuk sendok mau matok, cuma ngelilit doang. Hitam legam memang.

 

Entah kenapa setelah itu saya kehilangan orang yang (waktu itu) saya suka, lewat cara yang katakanlah sangat menyakitkan. (Well, it’s my past so I rather not to talk about it ^_^).

 

Dan, beberapa hari yang lalu. Hari selasa, 3 May 2011 kalo ga salah. Saya dimimpiin uler (lagi).

 

Mimpi yang pertama itu, saya ngeliat diri saya ada sedang ada dalam sebuah pertemuan. Disana ada saya, ada Pipit Mutia Sari, ada Iyus, dan beberapa orang yang saya lupa siapa. Orang yang jadi pusat perhatian tiba-tiba ngelempar uler kecil ke Iyus. Iyus ngindar jadi tu uler jatuh ke tanah gitu aja. Pipit juga dilempar, tapi sama dia ulernya dipukul pake buku folio, mental ke tengah. Tapi begitu uler di lempar ke saya, tangan saya ga bisa gerak. Jadi tu uler jatuh di pundak saya, masuk lewat kerah baju dan jalan-jalan di dada dan perut saya. Saya ga bisa gerak. Sampe akhirnya uler itu keluar dari bawah celana saya.

 

3183-Red_Snake

 

Belum sempet saya ngeliat uler di celana saya, saya seperti kebangun. Saya bisa liat saya lagi tidur di kasur saya. Di pojokan utara kamar tujuh. Saya tidur terlentang. Begitu buka mata, ada kobra besar lagi ngacung siap matok. Badannya item legem. Tapi kepalanya merah, semerah seperti habis dipilok. Dan saya bener-bener ga bisa bergerak. Mungkin karena sangat ketakutan liat uler segede itu di samping saya.

 

Tau-tau aja tu uler ngempes dan mulai jalan di samping badan saya. Sampe pas tu uler ada di samping badan saya, saya coba beraniin gerakin tangan dan megang kepala tu uler. AllahuAkbar, badan saya gemetar. (dan saya yakin meski saya tidur, badan saya benar-benar gemetar). Kepala ular itu ketangkep. Tapi badannya ga ngelawan, dia diem. Anget kulit si uler bener-bener kerasa di tangan.

 

Kepalanya tetap saya pegang sampe uda ga tau berapa lama. Sampe akhirnya saya entah gimana caranya yakin itu cuma mimpi. saya kumpulin keberanian sambil istighfar aja. Dalam hati cuma bilang, timpa ni uler pake pundak lu, dan elu akan bangun. Beneran, Alhamdulillah saya bangun dan memang saya deg-degan luar biasa. Sudah jam 7 dan saya lupa shalat subuh. Astaghfirullah.

 

Matahari udah naek jauh, shalat subuh sudah ga terkejer lagi. Saya langsung coba mandi dan ngejer kuliah akmen.

 

Saya sempat kirim sms tentang mimpi saya ke Pipit. But there’s no reply. Until today.

 

Dan jika dibilang mimpi tentang ular itu bad omen. Mungkin cuma kebetulan, tapi kali ini benar adanya. Orang yang saya sayang itu pergi. Benar-benar pergi. Tanpa pamit Punch.

 

That is why I hate snake.

Friday, March 4, 2011

Wednesday, December 29, 2010

brokenbrain!

Orang hidup berjalan ke depan, menatap optimis akan cerahnya masa depan.

Sedikit menengok ke belakang, jadikan pelajaran semua kesalahan, jangan diulang di masa depan.

Hari ini kita dibungkam oleh kata, pastikan besok kamu berteriak lantang.

Dan jika hari ini kamu masih dianggap rendah, jadilah besar dan tinggi, tapi jangan kamu balas semua perlakuan kasar mereka.

Tunjukkan pada dunia hari ini kamu bersusah-payah bekerja keras.

Tunjukkan niat kamu dalam usaha yang nyata.

Jadi berhentilah memikirkan wanita itu dan bukalah buku statistikamu!!!!!

The Author

My photo
God gives you two ears so we can listen not only from one side. There are many perspective, point of view, and argument that can give you insights! Perhaps! Happy reading!
Muhamad Hasan Putra

Perumahan 1. Pt. GPM
Block F. 040
Bandar Mataram, Lampung Tengah
Lampung
34169

muhamad.hasan.putra@gmail.com

FB : Muhamad Hasan Putra

Twitter : @putrahasan