the roots of education are bitter, but the fruit is sweet ~aristotle~

Showing posts with label Motivasional. Show all posts
Showing posts with label Motivasional. Show all posts

Thursday, February 23, 2012

Wirausaha a.k.a Entrepreneurship

Seorang tokoh Indonesia pernah berkata bahwa apa yang menyebabkan masih banyak orang Indonesia yang hidup dalam lingkup kemiskinan adalah karena mereka tidak bermental wirausaha. Dari sekian banyak penduduk Indonesia, tidak sampai 5% yang hidup dengan berkarir sebagai pengusaha. Lebih banyak yang memilih menjadi pegawai, entah sebagai pegawai negeri, maupun sebagai pegawai swasta.

Dosen saya di FEB UGM, nyata-nyata berkata bahwa dirinya sudah hampir tidak lagi memiliki jiwa wirausaha karena sudah begitu lama bekerja sebagai pegawai negeri. Pola pikir atau mindset dari dirinya sudah tidak lagi terpatri jiwa pengusaha, sudah luntur tak berbekas. Yang ada hanyalah keinginan untuk bekerja sebaik-baiknya untuk tempat dia bekerja, mendapatkan gaji bulanan, menghidupi keluarga dan lain sebagainya.

Ibu saya juga begitu, kepada kakak saya yang laki-laki, Beliau juga melarang berwirausaha sebelum dia mampu mapan dengan kehidupan keluarganya. Maksud beliau, bekerja sebagai pegawai dulu baru berwirausaha.

www.etftrends.com


Menjadi wirausahawan itu mungkin masih akrab di pikiran orang Indonesia sebagai sebuah langkah mengakrabkan diri dengan risiko. Benar. Bukankah prinsip hidup itu "High Risk, High Return"? Seberapa besar yang akan kamu dapatkan di dunia ini, tergantung bagaimana kamu berhadapan dengan risiko yang akan kamu hadapi. Semakin kita menghindari risiko maka kita akan mendapatkan hal yang kecil-kecil saja, dan sebaliknya.

www.artikelwirausaha.com

Saya pribadi sebenarnya hampir pasti akan menjadi pegawai. Setelah menyelesaikan studi di FEB UGM, akan ada ikatan dinas yang menanti saya di daerah asal. Tak apalah, setidaknya saya masih memegang tujuan mulia para perantau, MEMBANGUN DAERAH ASAL. Bukankah itu semua yang dipesankan oleh para pejabat daerah kepada para siswa yang akan merantau ke pulau Jawa?

BERWIRAUSAHA

Satu tekad mulia jika anda ingin menjadi wirausahawan. Bukan sekedar karena demi menghidupi diri anda sendiri, namun karena anda akan membuka lowongan pekerjaan bagi orang lain. Logikanya, tidak semua orang akan menjadi wirausahawan, karena pasti akan tetap ada yang menjadi pegawai. Bukankah semua orang diciptakan telah memiliki peranan masing-masing dalam hidupnya?

Lantas apa sih yang diperlukan dari diri kita untuk memperkuat jiwa wirausaha kita?

Pertama, ada kemauan dan ada niat. Semua itu tergantung niat anda. Apakah anda ingin menjadi seorang pegawai atau wirausahawan? Jika ingin menjadi pengusaha, niat anda ingin menjadi pengusaha seperti apa? Pengusaha yang fokus? Atau hanya sekedar mengisi waktu luang? Apakah niat anda menjadikan usaha anda besar atau hanya sekedar cukup menghidupi kebutuhan sehari-hari? You choose.

Kedua, ada kemampuan melihat peluang. Usaha yang anda dirikan tidak perlu melulu merupakan sebuah usaha baru. Saya ambil contoh usaha laundry di Jogjakarta. Jika anda perhatikan, di Jogjakarta terdapat sangat banyak sekali usaha jenis ini. Dari yang sekedar usaha lokal, sampai laundry yang sudah sampai memiliki cabang. Tapi apakah artinya bahwa usaha ini tidak lagi bagus dilirik? belum tentu. astikan anda memperhatikan lokasinya. Bisa saja usaha laundry sudah banyak, namun di sebuah daerah tertentu belum terdapat usaha laundry meski demand cukup tinggi. That's it. Peluang.

www.losetheexcuses.blogspot.com


Atau mungkin apa yang dilakukan oleh Andrew Darwis dengan Kaskusnya, Mooryati Soedibyo dengan usaha tradisional kosmetiknya, ataupun Ciputra yang telah membeli tanah di dekat kompleks The New Adi Sucipto Airport. Dan masih banyak lagi contoh yang lain.

Ketiga, FOKUS. Hal inilah yang sering orang lupakan. Banyak diantara mereka yang tidak fokus terhadap apa yang mereka kerjakan. Semisal, sudah memiliki ide bisnis A, siap dijalankan, begitu jalan buat lagi usaha B, C, D, dan E. Oh Teman, jika bisnis anda belum mapan, dan belum mampu didelegasikan kepada seseorang dalam perusahaan, maka jangan membuyarkan fokus anda. Ini akan mempengaruhi kesuksesan usaha anda.

Keempat, mind the detail. Selalu buat catatan meski itu hal yang bisa dengan mudah anda ingat. Janji-janji pertemuan, transaksi komersial, ataupun saran dan kritik dari teman atau konsumen. Semua detail itu sangat berharga dan memiliki andil yang cukup besar dalam kesuksesan sebuah usaha.

Masih banyak lagi hal-hal yang bisa menentukan kecakapan seorang wirausahawan, teman-teman bisa mencarinya di sumber lain.. Hehehehe.. Saya juga belum menjadi seorang wirausahawan yang sukses kok, jadi menurut saya, tulisan ini juga sekaligus refleksi untuk diri saya sendiri..

Oiya, jika anda kehabisan ide untuk memulai bisnis apa, atau peluang apa yang bisa anda gapai, anda bisa membuka google dan menuliskan keyword "ide bisnis unik" "unique business idea", dll. Nah untuk kemudahan anda, untuk juga menginspirasi anda, anda bisa mengunjungi website www.lowbudgetprosper.com , disana terdapat banyak ide bisnis yang mungkin bisa anda gunakan. Salam..

www.wilderdom.com

Friday, November 4, 2011

To Live and Keep Your Words–”Up (2009)”

Kemarin adalah hari terakhir uts untuk minggu ini. Setelah itu akan ada jeda tiga hari (Jumat, Sabtu, Minggu) sebelum kemudian digempur dengan salah satu mata kuliah terberat semester ini, Penilaian Bisnis. Sudah saya niatkan kalau setelah ujian hari itu saya akan ambil film di laptop teman dan menonton semuanya sampai puas. Tapi ternyata baru nonton 1 sudah ga kuat lagi. Nahan kantuk.

Saya ingin cerita tentang sebuah film. Tapi tenang aja, saya gak akan cerita tentang jalan cerita film tersebut (meski yaaa bakalan nyenggol-nyenggol dikit) Haha..

Judul film ini adalah Up. Sederhana sekali. Satu kata dalam bahasa Inggris yang berarti tinggi. Kalau yang dibawah ini judulnya Oben karena dirilis di Belanda atau Jerman gitu, saya kurang paham. Ternyata oh ternyata sutradaranya adalah sutradara salah satu fim favorit saya, Ratatouille!!!. Pantes saya ddapet banget moodnya nonton film ini.






Up menceritakan tentang seorang lelaki tua bernama Carl Fredricksen, orang biasa yang memiliki impian bersama istrinya Ellie untuk pergi ke Venezuela di Amerika Selatan, dan membangun rumah di sebuah lokasi bernama Cassade Heaven, atau The Lost Paradise. Dia berjanji dengan sepenuh hati kepada Ellie untuk terus memegang mimpi itu dan menjadikannya sebuah kenyataan.

Ada 1 bagian cerita dalam Up yang menurut saya adalah bagian paling SUUUUUPPPPEEEEEEERRRR dalam film tersebut. Bagian out adalah ketika terjadi adegan “fast forward” kehidupan dewasa Carl dan Ellie yang akhirnya menikah. Meski mereka tidak memiliki anak, namun mereka tetap hidup bahagia. Untuk memenuhi mimpi berpetualang ke Cassade Heaven, mereka terus menabung, namun sayang tabungan mereka akhirnya harus terus terpakai karena urusan yang lain.

Ellie meninggal sesaat sebelum Carl sempat menghadiahinya tiket petualangan ke Cassade Heaven. Sesuatu hal yang sangat membuat carl terpukul. Belum lagi dengan gangguan dari para developer yang menginginkan Carl keluar dari rumahnya. Disinilahh muncul tokoh Russel, seorang anak kecil yang membutuhkan bantuan Carl dalam menyelesaikan tugas kepramukaannya.

Carl yang masih memegang teguh janji untuk memenuhi mimpi untuk pergi ke Cassade Heaven akhirnya melakukan suatu hal yang luar biasa. Dia membuat rumahnya terbang (terangkat dari daratan) dengan mengikatkan ribuan balon gas helium, sesaat sebelum petugas rumah pensiun menjemputnya. Namun ternyata, Russell yang hendak bertamu ke rumah Carl tanpa sengaja terbawa rumah Carl terbang ke angkasa.
Dimulailah petualangan Carl dan Russel menuju Cassade Heaven, bersama Kevin, burung langka yang hanya hidup di Cassade Heaven – dan ternyata betina –, Dan seekor anjing bernama Dugali, anjing yang berkat sebuah alat mampu berbicara dalam bahasa manusia. Mulai dari bertemu Charles Muntz, hingga dikejar puluhan anjing ganas milik Muntz.

Apa yang menjadi nilai penting dalam film ini ga lain dan ga bukan adalah bagaimana Carl mampu menjadi seseorang yang mampu memegang janjinya baik terhadap Ellie maupun Russell seberat apapun ujian yang harus dilalui Carl. Ini adalah dedikasi seseorang. Dedikasi seperti inilah yang sangat penting dalam kehidupan.

Entah dedikasi itu dedikasi terhadap pekerjaan, keluarga, teman, lingkungan, dan terutama terhadap apa yang telah kamu ucapkan. Bagaimana tidak? Orang lain lebih banyak menilai seseorang dengan membandingkan apa yang diucapkan dengan apa yang orang tersebut lakukan. Carl adalah salah satu contoh bagaimana ia mampu mendedikasikan hidupnya yang tersisa untuk mimpinya bersama ellie. Orang yang telah bersamanya seumur hidupnya. Dan juga kepada russell, anak kecil yang bahkan baru dikenalnya.
Well, itu aja yang bisa saya bagi tentang seorang Carl. He is not perfect, He did mistakes. But what makes every step of his life different is his effort to keep his words!! See you.


----------------------------------------------------------------

Thanks to Ricky Aard for the movies. Enjoy it much. Especially the Kamasutra ones. Hahahahahahahaha

Wednesday, October 26, 2011

99 Cahaya di Langit Eropa

Buku tentang perjalanan seseorang ke luar negeri mungkin udah banyak kita temuin di toko buku. Buku tentang keIslaman lebih lebih banyak banget. Dari yang ilmu agama murni, hingga doktrin-doktrin samar nan tak jelas bisa kita dapetin. Tapi ada satu buku yang pertama kali gw liat mampu bawa tema perjalanan dan makna Islami yang mannntaaap.

Judulnya 99 Cahaya di Langit Eropa. Yang nulis namanya Hanum Salsabiela Rais, dan dosen di kampus gw, Rangga Almahendra.

99 Cahaya Islam

Berhubung gw ga jago bikin resensi, gw kasih tau dikit aja ya.. Inti dari buku ini dalam pemahaman gw yang masih pendek dan bau kencur, adalah pengen nunjukin ke dunia kita bahwa perjuangan Islam dengan kekasaran dan model terorisme itu bukan jalan terbaik! Jika mau ditilik lebih dalam, eropa yang dulu begitu erat dengan dunia Islam, terutama dengan masuknya Islam lewat Spanyol.

Buku ini bermaksud mengingatkan para cendekiawan muslim untuk terus berjuang mengembalikan kejayaan Islam melalui ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang mampu bersinergi dengan ilmu agama. Yang mampu menarik orang lain untuk belajar Islam..

Nah tentu ga akan menarik kalo gw ceritain semuanya di sini, sebaiknya kalo memang tertarik dengan buku ini, cepetan deh ke toko buku terdekat.. Hehehehe Open-mouthed smile

 

2011-10-14 18.23.04

Roadshow Buku di Gramedia

 

2011-10-14 18.22.53

Talkshow bersama Mbak Hanum dan Pak Rangga di Gramedia Amplaz

2011-10-14 19.42.19

Penulis beli buku di tangan kanan, dapat yang di tangan kiri, dapat juga yang di rak ga ke foto.. Hahaha..

 

----------------------------------------------------------------------

Thanks to Muhammad Rofiq and Yoky Bagus Sembodo.

Friday, December 24, 2010

Khutbah Jumat Siang Itu

Blog ini sebenarnya bertema tentang pencarian saya atas sebuah rasa nyaman. Juga menurut Pak Singgih si, krisis identitas. Masa dimana manusia bingung mengarahkan dirinya, mencari pembenaran atas tindakannya dan lain sebagainya. Tapi malam ini saya ingin berbagi sebuah kisah yang saya dengarkan dalam sebuah khutbah Jumat beberapa minggu yang lalu.

Si khotib orangnya gemuk.Tak tampak dari dirinya ciri-ciri ulama kebanyakan. Dia tidak berjenggot, tidak menggunakan baju koko, dan juga tidak ada tanda hitam di keningnya. Tapi semua itu tak mengurangi respek saya pada diri beliau.

Beliau tak membawakan tema berat tentang perjuangan saudara-saudara Muslim di Palestina, Irak ataupun Afghanistan. Juga tak memperbincangkan tentang Amerika Serikat, Israel ataupun sekutu mereka. Apalagi memperbincangkan tentang ekonomi pasar terbuka yang sedang IN sekarang..

Beliau memulai dengan sebuah cerita singkat..

Di suatu kota, hiduplah dua orang sahabat. Yang satu tukang kayu, dan yang satu tukang bangunan. Si tukang kayu tak begitu beruntung, karena sebuah kecelakaan, ia menjadi bisu dan tak mampu berbicara lagi. Si tukang bangunan pun tak begitu beruntung, ia terlahir dalam keadaan tunarungu alias tuli. Keduanya biasa berkomunikasi menggunakan tulisan lewat buku-buku kecil murahan yang banyak dijual di kaki lima.

Meski banyak kekurangan pada diri mereka, hal tersebut tak mempengaruhi hasil pekerjaan mereka.

Suatu hari, mereka bekerja sama dalam sebuah proyek pembangunan rumah bertingkat di desa mereka. Rumah itu milik saudagar kaya yang akan juga digunakan sebagai gudang barang-barang yang akan dijual ke kota.

Singkat cerita, suatu hari si tukang kayu yang bisu bertugas di lantai atas untuk memasang beberapa perlengkapan rak penyimpanan barang. Sementara si tukang bangunan ada di bawah sedang merapikan plesteran di dinding tengah bangunan tersebut.

Asik dengan pekerjaannya, tanpa sengaja si tukang kayu menjatuhkan potongan kayu yang dibutuhkannya ke lantai bawah. Si tukang bangunan yang juga asik dengan pekerjaannya tak menyadari hal tersebut lantaran dia berada cukup jauh dari jatuhnya potongan tersebut.

 Malas turun ke bawah, dia pun memanggil-manggil si tukang bangunan dengan suara paraunya. Tentu saja si tukang bangunan tak mendengarnya.

Tak kehabisan akal, si tukang kayu kemudian menjatuhkan uang koin 500an ke arah si tukang bangunan.

Di kejadian pertama, dijatuhkanlah uang tersebut ke kepala tukang bangunan. tapi meleset dan masuklah ke ember semen si tukang bangunan.

"ah ceroboh sekali diriku ini uang ini masuk ke ember semen. lumayan kan dapat teh manis." sahut tukang bangunan tak sadar itu dari tukang kayu di atas yang ingin minta tolong.

Di kejadian kedua, dijatuhkanlah uang itu ke arah kepalanya lagi, tapi meleset dan masuk ke kantung kuas plester si tukang bangunan.

"ah ada lagi uang 500an di sini, rejeki emang ga kemana, dapet pisang goreng nih.."

Kesal dengan temannya yang tak menengok juga, dijatuhkannya sekalian 5 buah paku, malang, ksemuanya kali ini mengenai kepala si tukang bangunan. Merasa dikerjai, si tukang bangunan pun menghardik si tukang kayu,

"woy ati-ati dong kerja. Untung ga kena mata,"




Nah kira-kira begitu ceritanya, aga dimodif dikit biar ga ngebosenin bacanya.

Intinya apa ya?

Yang saya tangkep dari khotbah Jumat si Bapak, beliau sebenarnya ingin mengingatkan kepada jemaat tentang dzikir.

Iya. Tanpa sadar, banyak diantara kita yang lupa ingat kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikannya. Kita baru ingat kepada-NYA ketika kita ditimpa musibah. Gantilah kata kita dengan saya jika anda merasa tersinggung dengan kalimat di atas.

Seperti si tukang bangunan, dua kali dijatuhkan uang, dia merasa itu keberuntungannya, itu hasil kerjanya dan lain sebagainya. Dia lupa bahwa ada zat yang mengatur itu semua. Namun ketika paku dengan analogi ujian jatuh, dia langsung ingat dan mencari asalnya.

Ingatlah Allah di kala suka dan dukamu, jangan pernah lupa untuk bersyukur dan memohon ampunan darinya. Adalah sebuah kewajiban bagimu untuk terus ingat dan bersyukur kepada-NYA, toh Allah pun telah menjanjikan kepada mahluk-NYA yang bersyukur akan menambahkan nikmat kepada mereka.

Semoga bermanfaat!!!

Thursday, December 23, 2010

Manusia Itu

Manusia itu mahluk ciptaan Tuhan.

Pernahkah kalian berpikir dengan nalar kalian bagaimana kue itu dibuat? Ada banyak bahannya. Ada telur, mentega, gula, terigu, garam, dll. Kalo kita diemin aje, bakalan jadi kue kaga tuh? Kaga kan... Berarti ada inisiatif dari yang pengen bikin kue ngerubah tu bahan jadi kue. Nah itulah manusia. Manusia ada karena ada yang menciptakan mereka. Tuhan. Tuhan yang menciptakan kita. Bagi saya Allah SWT adalah pencipta saya, bagi anda yang beragama lain, tentu punya referensi yang lain. Tapi kita semua meyakini bahwa Tuhanlah yang menciptakan manusia dan bukan zat lain...

Manusia itu diciptakan untuk diuji.

Pernahkah kalian mengeluh seberapa berat hidup kalian? Mengadu pada teman sebaya dan merintih dengan tangisan, terkala memarahi Tuhan? Jika pernah, ingatlah bahwa manusia diciptakan untuk beribadah, untuk menyembah kepada yang satu Allah SWT. Tuhan mengirimkan ujian kepada kita untuk tetap ingat kepadanya, untuk tetap bertakwa kepadanya, untuk tetap ingat kepada yang menciptakan manusia. Janganlah banyak mengeluh teman, jalanilah dengan penuh percaya pada Tuhan selalu ada jalan keluar di setiap ujian yang kita dapatkan.

Manusia itu mahluk pembelajar.

Kata pertama yang turun dalam Al Quran adalah "Bacalah". Makna kata ini sangat luas. Sangat teramat luas. Buat apa Allah menurunkan kata pertama "Bacalah" jika di dalam kitab tersebut tak ada yang namanya kebenaran. Disanalah semua kebenaran itu bersumber dan dari-NYA lah kebenaran itu ada. Kata itu juga menekankan kehendak Allah SWT untuk kita belajar. Iya belajar. Belajar untuk hidup. Buat apa lagi. Lewat hidup kita bisa beribadah, berarti bisa membuat Tuhan semakin senang dan sayang pada kita...

Manusia itu...

Baru 3 itu yang saya temukan. Inspirasi saya buyar ketika listrik hidup lagi :)

Monday, December 13, 2010

Everyone Can be An Angel

Barusan kembali mendengarkan sebuah lagu dari Michael Jackson, yang sudah lebih dulu berpulang ke Tuhannya. Satu lagu berjudul Man In the Mirror. Baru belakangan ini populer karena memang baru masanya kenal lagu-lagu Michael Jackson.

Oke maydi, entah kenapa ni lagu emang inspiratif banget. Terutama buat gw yang secara ga langsung sering ngingetin orang, ngasi nasehat ke orang-orang, ngasi inspirasi and motivasi dan sok menjadi angel dan psikiater buat semua orang. Cuh.

Reffrain lagu ini. Cuma satu kalimat yang paling nyesek di pikiran.

Take a look at yourself. The man in the mirror.

Terjemahannya : "Ngaca woy!"

Iya, cuma sependek itulah terjemahan dari berbaris-baris lagu MJ. Cuma ingin ingetin kita untuk ngaca. untuk ngeliat ke diri kita sendiri apa emang kita sudah lebih baik dibandingkan dengan orang lain.

Everyone can be an angel, my friend.

Cuma NGACA dulu... see you later.

Saturday, December 11, 2010

there are still some "enjoyable" inside yourself..

Egois ga si sebenarnya kalo kita mencoba mencari kenyamanan dengan berusaha dekat dengan orang yang kita rasa bisa membuat diri kita nyaman?

Sepertinya egois, loh kenapa? ya bisa aja orang yang kita rasa nyaman dengan kita itu ternyata ga ngerasa nyaman dengan kehadiran kita. bisa aja kan begitu keadaannya?

Ingat, kita ga bisa baca pikiran orang. Kecuali kalo kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung bisa membaca pikiran orang. Hahaha..

Kita butuh orang lain, pastinya. tapi sebaiknya mulai aja dengan nyaman dengan diri sendiri. Kita bisa cari temen yang sekaliber namanya sahabat, tapi apa iya dia bakalan selamanya ada di samping kita? apa mereka juga ga punya masalah pribadi?

Smile. bersikaplah nyaman dengan diri sendiri dulu, kemudian buatlah dirimu jadi pribadi yang nyaman bagi orang lain.

There are still some enjoyable things in yourself.

Mungkin ga nyambung si tapi gimana kalo disambungin dengan lagunya Michael Jackson.

Man in the Mirror

I'm starting with the man in the mirror
I'm asking him to change his ways
and no message could have been any clearer
If you wanna make the world a better place
Take a look at yourself and then make a change

The Author

My photo
God gives you two ears so we can listen not only from one side. There are many perspective, point of view, and argument that can give you insights! Perhaps! Happy reading!
Muhamad Hasan Putra

Perumahan 1. Pt. GPM
Block F. 040
Bandar Mataram, Lampung Tengah
Lampung
34169

muhamad.hasan.putra@gmail.com

FB : Muhamad Hasan Putra

Twitter : @putrahasan