the roots of education are bitter, but the fruit is sweet ~aristotle~

Showing posts with label Al Quran. Show all posts
Showing posts with label Al Quran. Show all posts

Tuesday, May 3, 2011

An Nuur - Cahaya

Untitled

 

Assalamualaikum..

 

Dua malam kemarin, bacaan Al Quran saya masuk bagian surat An Nuur, dan malam kemarin saya berniat mengkhatamkannya. Target saya Insya Allah akhir bulan ini saya sudah khatam Al Quran. AlhamduliLLAH, InsyaAllah ini bakalan jadi pertama kali dalam hidup saya untuk khataman Al Quran. Selain memang karena mengharapkan ridha Allah, sebenarnya ada beberapa peristiwa yang menjadi motivasi saya untuk menyegerakan berkhatam Al Quran.

 

Pertama adalah sebuah kejadian di sore hari saat setelah pindah dari asrama Pogung ke asrama Gulaku di kampung Klebengan. Saat itu, hari selasa seingat saya. Saya ada kuliah jam 7 untuk mata kuliah Psikologi Dasar. Sebelumnya pukul 1 juga ada kuliah, namun karena sudah kelaparan, jadi saya memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dan membeli makan. Pikiran saya tertuju pada sebuah warung yang belum pernah saya cicipi masakannya. Kala itu mendekati Maghrib.

 

Saya kemudian masuk ke warungnyaa, dan mengucap permisi. Berulang-ulang, tapi tak ada yang menjawab. Hingga akhirnya si Ibu keluar dengan menggunakan mukena.

 

“Maaf Mas, mau beli makan ya? Makan apa?”

 

Saya pun memesan nasi sayur dan ayam. Karena rupanya yang ada memang tinggal itu saja.

 

Ibu itu sembari membungkuskan berkata, “Masnya, besok-besok kalo mau beli makan lagi, sehabis Maghrib ya? Ibu kan tidak tau kapan maut datang ke Ibu, nanti gimana kalo Mas lagi beli makan, Ibu belum shalat, terus gempa dan semuanya ga ada lagi? Ya Mas Ya? Kita ga pernah tau Mas kapan maut datang..”.

 

Saya cuma bisa jawab, “Oh iya iya Bu. Maaf, saya masih baru di Jawa ini, maaf ya Bu. Makasi lho Bu udah diingetin.”

 

Habis itupun saya ngacir karena memang belum shalat Maghrib..Crying face

 

Kejadian kedua adalah khutbah Jumat kemarin di Masjid Klebengan. Khutbahnya ga terlalu spesial, ga ada isu khusus yang dipermasalahkan oleh si khatib. Tapi dia mengangkat satu hal kecil yang kadang kita lupakan. Keseimbangan antara dunia dan akhirat. Bagaimana kita mengejar dunia, dan melupakan akhirat.

 

Dan satu kalimat yang paling menusuk dari si khatib adalah:

 

“BAGAIMANA RUPANYA NANTI JIKA KITA BERGELAR S3 TAPI BELUM PERNAH KHATAM AL QURAN?????”

 

AstaghfiruLLAHhal ‘adzim,,,Embarrassed smile Malu sama Allah..

 

Entah ini petunjuk atau hanya kebetulan tapi saya bersyukur atas apa yang terjadi malam kemarin. Ceritanya begini, selama ini saya mencari ayat-ayat yang panjang-panjang di Al Quran, dan juga ayat-ayat yang berbunyi unik di sana. Satu pandangan saya tertuju pada An Nuur (yang malam itu hendak saya khatamkan) ayat ke 61. SubhanALLAH panjangnya… Saya harus ambil nafas lebih dari 4 kali untuk satu ayat itu saja.

 

Karena penasaran, maka saya cari artinya,:

 

61

 

Tidak ada halangan bagi orang buta,

tidak (pula) bagi orang pincang,

tidak (pula) bagi orang sakit,

dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri,

makan (bersama-sama mereka) dirumah kamu sendiri atau dirumah bapak-bapakmu, dirumah ibu-ibumu,

dirumah saudara- saudaramu yang laki-laki,

di rumah saudaramu yang perempuan,

dirumah saudara bapakmu yang laki-laki,

dirumah saudara bapakmu yang perempuan,

dirumah saudara ibumu yang laki-laki,

dirumah saudara ibumu yang perempuan,

dirumah yang kamu miliki kuncinya

atau dirumah kawan-kawanmu.

Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian.

Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.

Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.”

 

Yang membuat menarik dari ayat ini adalah kata “Buyuut” yang diulang-ulang dan memang menjadi panjang karena hal tersebut.

 

Saya tidak paham maknanya maka kemudian saya putuskan untuk membaca An Nuur (terjemah) dari awal. Dan sungguh saya mengerti mengapa surat ini diberi nama An Nuur, sebagaimana surat ini akan memberikan kita cahaya, penunjuk jalan ke jalan yang Allah ridhai, terutama dalam bergaul dengan orang lain.

 

SubhanALLAH. Just kidding

 

1

 

Ayat ke 2 hingga 17 menerangkan tentang perbuatan zina, tentang fitnah, bergunjing dan menyebarkan berita bohong.

 

18

 

 

 

 

 

Allahlah yang Maha Mengetahui, dan lewat ayat-ayatnya diterangakan kepada kita semua agar hidup kita menjadi jelas. Lalu mengapa kita masih menambah-nambahinya dengan logika manusia dan teori duniawi?

 

Ayat 20-an menegaskan bahwa hanya ampunan dan belas kasihan Allah, manusia tidak ditimpakan azab atas berita bohong yang mereka sebarkan. Selanjutnya diterangkan agar hanya jalan Allah ah yang selalu dijadikan panutan hidup, menghargai para kerabat,

 

Allah kembali menerangkan bahwa suatu saat nanti akan tiba hari dimana bagian tubuh kita bersaksi atas apa yang telah kita kerjakan dulu selama di dunia.

 

Surat ini turun ketika terjadi fitnah atas Aisyah yang dituduh berzina, namun Allah menerangkannya dengan menurunkan ayat ke-26.

 

26

 

Ayat inilah yang membuat saya memutuskan untuk berhenti pacaran, selain karena Islam tidak mengenal pacaran, juga karena pacaran lebih banyak membawa kesulitan ketimbang manfaat, namun lebih karena, Allah SWT telah menjaminkan bahwa untuk para lelaki yang baik, telah disiapkan perempuan yang baik pula. Janji Allah, sungguh tidak ada keraguan di dalamNya.

 

Selanjutnya, diterangkan mengenai adab dan tata cara memasuki rumah orang, bergaul dengan pemiliknya. Di bagian inilah diterangkan kepada Muslim yang beriman kepada Allah bagaimana caranya bergaul antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya. Termasuk adalah menjaga pandangan, dan anjuran untuk para perempuan untuk menggunakan jilbab berdasarkan aturan syariat Islam (Saya pernah menulis tentangg degradasi penggunaan jilbab).

 

34

 

Dan inilah An Nuur, di dalamnya Allah memberikan penjelasan kepada mahlukNya tentang tata pergaulan sesama Muslim. sebagai peringatan, dan juga sebagai cahaya yang menuntun mahlukNya kepada surga Allah SWT.

 

Lebih lanjutnya anda bisa pelajari sendiri, bukan karena saya capek menulis Open-mouthed smile, tapi supaya Anda juga membuka kembali Al Quran anda, yang mungkin kini usang berdebu.

 

Sungguh hanya milik Allah hidup dan mati kita, semua kerajaan di langit dan bumi. Maha besar Allah dengan segala firmanNya. Wallahu’alambisshawab.

 

Wassalam.. Be right back

 

---------------------------------------------------------------------------------------------

 

Telah ditakdirkan oleh Allah bahwa akan ada yang mendengarkan dan akan ada yang tidak mendengarkan. Saya hanya berbagi apa yang saya dapatkan sebagai sebuah bentuk kewajiban satu alif saya. Tidak ada niatan bagi saya untuk menggurui, hanya mengingatkan dan bukan pula puja-puji yang saya harapkan, melainkan ridha Allah SWT.

 

Sesungguhnya maut itu teramat dekat, jika kamu mengetahui.

Sunday, April 10, 2011

Tentang Jilbab

Assalamualaikum Wr. Wb..


Pertama kali saya berpikir tentang tulisan ini, yang pertama muncul dalam pikiran saya adalah apa resiko yang akan saya terima berkaitan dengan inti tulisan ini. Pernah saya tuliskan beberapa kekalutan yang ada di dalam perasaan saya dan yang muncul hanya masalah. Entah mengapa setelah itu, keinginan untuk menuliskan sesuatu yang memiliki makna bagi orang lain serasa hilang.


Tapi kali ini saya bulat, saya ingin menyampaikan hal ini. Jika saya tak pernah sampaikan hal ini, maka saya pastikan adalah penyesalan bagi saya sebagai Hamba Allah.


Apa yang ingin saya utarakan adalah kekalutan saya tentang penggunaan jilbab di masa sekarang. Saya mencoba untuk bisa senetral mungkin dalam mengutarakan hal ini, tapi rasanya akan sulit untuk itu. Entah ini hanya perasaan saya, ataupun mungkin teman-teman lain di luar sana, bisa melihat sendiri, bahwa generasi Islam kita telah mengalami degradasi. Moral insyaAllah masih bisa dikendalikan, tapi pengetahuan tentang apa yang menjadi peraturan Al Khalik Allah SWT telah jauh berkurang.


Dalam sebuah surfing saya di internet dengan kata "fungsi jilbab" sebuah hasil muncul dari forum.dudung.net, bukan diskusinya yang agak gimana gitu, tapi, ada sebuah pendapat dari seorang penulis di sana, dia menuliskan hal ini,:


"salam


sekarang banyak akhwat yang memakai jilbab hanya kerena ikut2an, atau malah ada yang memakai jilbab hanya karena ingin mendapatkan seorang jodaoh ikhwan yang soleh...

mereka tidak tahu apa sebenarnya fungsi jilbab...
mereka hanya tahu fungsi jilbab secara fisik..
tpi mereka lupa bahwa hati dan jiwa mereka juga harus di jilbabi..

mereka tidak malu dengan jilbabnya saat memeluk pacar mereka waktu naik motor..
bahkan saat mereka bernesraan di keremangan....


tapi saya yakin jika dasar, alasan memakai jilbab sudah benar.
maka jiwa jilbab itu akan masuk ke dalam jiwanya.
amin.."



Apa yang diutarakan oleh penulis dalam forum tersebut tak bisa saya sangkali memang juga keberatan yang saya rasakan. Pertama kali datang ke tempat saya kuliah ini, malah saya seperti melihat apa yang dikenakan para perempuan itu bukan jilbab. Supaya saya tak bersuuzon mereka termasuk ke dalam golongan yang meruntuhkan syariat Islam, maka saya berpikir seperti itu.


Saya kaget sekali dengan model jilbab yang saya temui. Ada yang dipakai hanya dengan dibentuk segitiga lalu dijepit peniti dibawah dagu. Berantakan sekali. Ada yang rambutnya sengaja dikeluarkan seperti poni. Ada juga yang memakai jilbabnya dengan baik tapi pakaiannya ketat dan berlekuk tubuh. Meski tidak semua wanita berjilbab seperti itu, tapi dari yang sedikit inilah orang berpikir tentang degradasi pada pengetahuan agama para Muslim. Wallahualam bisshawab.


Dalam surat An Nuur ayat 31, Allah berfirman :


"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."


Berdasarkan rumusan dari blognya Mbak Raddien di sini, ada beberapa hal yang perlu diberikan penerangan, yaitu:


Mahram wanita berdasarkan surat An Nuur ayat 31,
  1. Suami;
  2. Ayah dari Istri, termasuk Ayah dari Ayah (Kakek) dan Ayah dari Kakek (Buyut);
  3. Ayah dari Suami, dan kakek-kakeknya. Tetapi untuk beberapa kasus, hendaknya tetap menjaga diri dan tidak menampakkan perhiasan di hadapannya secara berlebihan.
  4. Anak-anak Suami, yaitu anak-anak suami yang laki-laki, termasuk anak dari anak (cucu) dan seterusnya, baik laki-laki maupun perempuan;
  5. Saudara-saudara laki-laki dari Istri, meskipun berbeda-beda, seperti saudara laki-laki seayah atau saudara laki-laki seibu;
  6. Anak-anak dari saudara laki-laki Istri, yaitu anak-anak saudara laki-laki sekandung atau seayah atau seibu dan seterusnya ke bawah, baik laki-laki maupun perempuan, seperti anak saudara perempuan dan anak dari anak perempuan dari saudara perempuan;
  7. Atau hamba sahaya yang mereka miliki. Pada saat sekarang sudah tidak ada, sehingga tidak diperlukan lagi;
  8. Atau pelayan-pelayan yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita karena akal mereka yang lemah, bodoh dan tidak mempunyai syahwat. Ada yang mengatakan, orang yang sudah tua renta, atau anak kecil yang belum mengerti apa-apa termasuk ke dalam golongan ini;
  9. Atau anak kecil yang belum mengerti tentang aurat wanita (belum mencapai masa baligh).
  10. Saudara penyusuan laki-laki, saudara lelaki dari penyusuan dianggap sebagai mahram, karena tidak boleh mengawininya. Tetapi bila diketahui adanya perbuatan keji dan fasik harus tetap menjaga diri terhadapnya;
  11. Saudara laki-laki ayah dan saudara laki-laki ibu, karena termasuk haram untuk mengawininya menurut syara'.

Dari ayat di atas pula, jelaslah perintah bagi kaum muslimah untuk mengenakan baju muslim. Sungguh menggembirakan dewasa ini semakin banyak para muslimah sudah menutup auratnya, dan perkembangan itu diikuti dengan trend berbusana muslim dengan berbagai mode dan corak beragam. Sangat jelas ayat ini memberikan batasan tentang perhiasan dan aurat wanita yang hanya boleh diungkap hanya bagi mahramnya, terkecuali dengan ketidaksengajaan karena hal-hal yang tidak bisa diduga dan diluar kesadarannya.

Tren berbaju muslim saat ini sedikit banyak memberikan gambaran bahwa masyarakat kita sudah menyadari arti pentingnya berbusana muslim, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungan. Seperti yang telah disampaikan dalam Firman Allah SWT di bawah ini:

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu dan istri orang-orang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbab nya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal dan tidak diganggu orang. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. Al Ahzab:59)

dijelaskan lebih lanjut:

Rasululloh SAW bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Sangat jelas, bahwa salah satu manfaat dari menggunakan busana muslim dan jilbab adalah agar para muslimah mudah dikenal dan tidak mudah diganggu atau digoda oleh orang-orang iseng dan tidak bertanggung jawab serta mendapat penghormatan yang selayaknya dan terhindar dari perbuatan keji serta fitnah.

Fungsi Jilbab.

Berikut beberapa fungsi jilbab yang disarikan dari berbagai sumber:
  1. Melindungi muslimah dari fitnah. Sebagai gambaran, tragedi yang dikisahkan dalam Al-Qur'an tentang Nabi Yusuf AS sangatlah jelas. Wanita memang menarik , tapi bukan berarti ia hidup untuk menarik perhatian lawan jenis.Tetapi wanita muslim hidup hanya untuk Allah SWT yakni Tuhannya, dengan cara menjalankan keinginan Tuhannya, yang membuat dirinya jauh dari fitnah . Allah memerintah muslimah untuk menutup auratnya ( Jilbab ), demi kebaikan hidup muslimah sendiri. Agar tidak diganggu oleh laki-laki yang bernafsu liar. Jilbab ini dapat meredam daya tarik tubuh luar biasa , sehingga seorang muslimah akan jauh dari godaan laki-laki pengumbar hawa nafsu.
  2. Mengangkat derajat dirinya di mata Allah. Dengan jilbab, seorang muslimah akan menjaga prilaku dan meluruskan niatnya hanya karena Allah SWT. Jilbab adalah menjalankan kewajibannya, bukan sekedar trend berbusana. Jilbab menutupi aurat yg memang seharusnya tidak boleh dilihat oleh kaum pria (bukan muhrim), karena itu adalah kewajiban berarti jilbab menyelamatkan kita dari dosa dan memberi kita nilai lebih sebagai seorang muslimah di mata Allah,SWT karena telah menjalankan perintah-Nya.
  3. Menciptakan lingkungan sehat. Dengan berbusana muslim dan berjilbab, ia menjadi kuntributor bagi lingkungan yang sehat dan amanah. Terus menggali keimanan dan menjadi suri tauladan bagi lingkunga, minimal dalam keluarganya sendiri. Muslimah yg memakai jilbab akan terlihat sopan dalam berpakaian dibandingkan dengan kebanyakan dari mereka yg tidak memakai jilbab, dan kebanyakan dari para muslimah yang berjilbab lebih pintar mengatur cara berbicara dengan orang lain, sopan dalam bahasa, santun dalam bertindak.
  4. Perisai dari perbuatan tercela. Menggunakan jilbab memiliki nilai kemuliaan dalam Islam, keindahan dalam Islam. Menjadi benteng kekuatan dari perbuatan tercela dan tipu daya syetan. Apabila niat memakainya adalah hanya untuk Allah, dan karena Allah semata, serta tujuan hanya untuk melaksanakan perintah Allah semata. Kejahilan kaum adam lebih cenderung ke wanita yang berpakaian terbuka dibandingkan dengan yang berpakaian tertutup, tentu kita sangat menghindari hal-hal seperti itu, tapi kebanyakan dari mereka yang berpakaian terbuka lebih senang digoda oleh para lelaki, untuk itulah mereka berpakaian terbuka."

Mbak Raddien kan wanita, sehingga akan lebih netral dalam berbicara tentang jilbab..

Semoga ini bisa membantu para wanita yang bingung akan makna jilbab mereka.. Amin..

Wasaalam,,

Tuesday, March 29, 2011

Al Israa' : 44 - Tentang Bertasbih

 

 

Assalamualaikum Wr Wb..
Selamat pagi.. Apa kabar anda hari ini? Sudahkah anda bersyukur hari ini? InsyaAllah sudah ya, jangan pernah ragu untuk bersyukur atas semua nikmat iman, islam, dan kesehatan yang diberikan Allah kepada kita, jangan juga lupa memohon petunjuknya untuk menjalani hidup yang hanya milikNya ini.

Allahu akbar..

Inilah tema yang akan saya bagi hari ini, kebesaran Tuhan. Dalam QS. Al Israa ayat 44, disebutkan kebesaran Allah SWT. Dimana langit, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah SWT. Sudahkah kita menyebut nama-nama baik tersebut? atau mungkin sudahkah kita ingat kepadanya?

Ah masa sih jangkrik, rumput, dan ilalang juga bertasbih kepada Allah SWT?

Jika ditanya begitu saya juga tidak tahu, tapi saya yakin jawabannya ada di ayat tersebut. Bahwa manusia sekalian tidak mengerti bagaimana cara mereka bertasbih. Wallahualam bisshawab. 

Pernah dalam suatu kajian, dibahas mengenai kebesaran Allah SWT. Salah satu pembicaranya berkata, bagaimana bisa, jika bukan karena Allah, Al Quran menuliskan dengan tepat langit itu tujuh lapis? Sementara di masa Nabi Muhammad belum ada alat yang bisa membedakan lapisan langit? Apakah ini sebuah kebetulan belaka? Atau memang Allah yang mengkehendaki hal tersebut tertulis jelas dalam Al Quran?

Allahu akbar. Maha Benar Allah dengan segala firmannya.

Wassalam.

Sunday, March 27, 2011

Hajj : 18 & 30

Kembali ke kajian tentang Al Quran, kali ini akan ada dua ayat yang akan saya bagi. Kedua ayat itu berasal dari surat yang sama. Nama suratnya adalah Hajj, ayat yang diambil adalah ayat ke delapan belas dan ke tiga puluh. Hajj sendiri berarti ibadah haji, karena memang banyak isinya berkaitan dengan perintah dan tata cara beribadah haji. Surat ini terbilang khusus, karena sebagian dari ayatnya diturunkan di Madinah, dan sebagian lainnya diturunkan di Madinah, ^_^ semoga bermanfaat.


 
 
Ayat ke delapan belas berbicara dengan tegas, memberikan peringatan kepada mereka yang melakukan pengingkaran kepada Allah SWT. Dimana semua mahluk dari apa yang ada di langit dan semua yang ada di bumi, dan sebagian besar manusia bersujud ke hadapanNya. Maksud dari manusia yang telah ditetapkan azabnya adalah manusia yang melakukan pengingkaran atas keEsaan Allah SWT, hingga maut menjemput tidak mau kembali ke jalan Allah SWT, maka telah digariskan dalam takdirnya siksa di akhirat kelak ^_^.

Dan ketika Allah telah menjauh dari orang tersebut, maka tidak ada lagi zat apapun yang mampu membantunya. Allah lah yang berkehendak atas segala sesuatu. DariNya lah kita berasal, dan hanya kepadaNya pula kita akan kembali. Semoga kita semua termasuk manusia-manusia yang dimuliakan oleh Allah SWT. Amin.



Ayat ke tiga puluh bercerita lebih lanjut tentang salah satu cara mendapatkan kemuliaan Allah SWT. Di banyak tempat sering kita dapati orang berbicara "laksanakan perintahnya, jauhi larangannya". Tapi apa maksudnya? Surat Hajj menjawab pertanyaan itu. Salah satunya ya lewat ayat ke 30 ini.

Penggalan pertama ayat ke tiga puluh menyiratkan "mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah". Penggalan itu berarti menjunjung tinggi hukum Allah, menegakkannya, dan melaksanakannya. Untuk lebih jelasnya, ada Rukun Islam, dan ada Rukun Iman. Nah kedua Rukun inilah rangkuman sederhana dari hukum-hukum Allah. Sesuatu yang harus kita junjung agar kita mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT.

Tapi anggaplah, kita melakukan semua rukun iman dan rukun islam, tapi gagal menerapkan satu hal saja. Katakan memakan sesuatu yang haram. Misalnya, kita makan dari hasil korupsi, atau milik orang lain yang tanpa izin kita ambil begitu saja. Percayalah semua bentuk ibadah kita akan sia-sia.

Loh tapi kenapa kalo ayat-ayat surat Hajj ini menerangkan banyak hal tentang perintah Allah, kenapa yang dibahas hanya ayat 18 dan 30?

Penulis merasa bahwa penulis hanyalah seorang Muslim biasa dengan ilmu yang masih cetek sekali. Penulis menghindari kesubjektifan penulis sebagai manusia yang bisa berbuat salah, oleh karena itu, penulis anjurkan untuk membuka kembali Al Quran pembaca demi informasi yang lebih jelas.

Wallahu'alam bisshowab.. ^_^ Wassalam..

Friday, March 25, 2011

Huud 15 & 16 - Tentang Dunia dan Perhiasannya..




Semalam, seperti biasanya, saya randomly choosing satu ayat di Al Quran. Dan secara benar-benar tanpa sengaja kepilih Surah Huud ayat 15. Pertama kali liat, sepertinya biasa aja, namun lama kelamaan mulai kepikiran kok sepertinya ada ya hubungannya..

Coba deh tengok itu ayat punya arti. Manis sekali kan ternyata. Allah telah berfirman bahwa jika manusia menghendaki dunia dan perhiasannya (wanita, anak-anak, harta, jabatan, dll), maka akan dipenuhi semuaaaaa keinginannya secara sempurna. Dan bahkan orang yang seperti itu tidak akan dirugikan..

Waw.. tapi apa konteksnya? Pikir saya. Maka saya buka ayat 14 dan ayat ke 16. Di ayat ke 14 dan sebelumnya berbicara tentang orang-orang yang mengingkari Allah dan Muhammad. Dan di ayat ke 16 ternyata berbicara bahwa orang-orang yang menghendaki dunia dan perhiasannya tidak akan mendapat bagian di akhirat! Astaghfirullahhaladzim..

Ternyata itulah balasan untuk mereka yang mengagung-agungkan dunia dan perhiasannya dan melupakan Allah, melupakan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Maha Suci Allah dengan segala firmannya.

Semoga bisa menginspirasi teman-teman di pagi ini ^_^.

Thursday, March 24, 2011

Makna Sebenarnya "Let It Flow"


Assalamualaikum..

Saya baru saja berpikir dengan sebuah slogan dari banyak orang yang bilang "let it flow". Biarkan saja hidup mengalir apa adanya. Setujukah anda?

Izinkan saya menguraikan pemahaman saya tentang analogi "let it flow".

Air. Secara alami dan memang sudah hukumnya, air tidak memiliki ketidakrataan pada permukaannya untuk bisa melekat pada suatu permukaan. Membasahi bukan berarti melekat lho. Air juga mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Ingat, dari tempat yang lebih tinggi, ke tempat yang lebih rendah.

Ini saya dapatkan dari pemahaman seorang teman saya di Jakarta, mahasiswa Universitas Indonesia. Ayah beliau sudah almarhum beberapa tahun yang lalu. Sekarang beliau, alhamduliLLAH, adalah salah satu penerima beasiswa Sugar Group. Dari beliaulah saya mencontoh beberapa kehidupan islami, ketika saya bersama dia dalam sebuah acara gathering muslim beberapa tahun yang lalu.

Kembali ke topik. Jika dianalogikan hidup kita, let it flow, berarti kita membiarkan hidup kita seperti air. Dari tempat yang tinggi, ke tempat yang rendah. Loh bagaimana jika medium alirannya datar? Saya kembalikan pertanyaannya, apakah air mengalir di tempat yang datar? Jika medianya datar, maka hidup kita nyangkut di situ! Benar ga?

Apakah analogi dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah ada artinya? Meminjam dari sebuah pemikiran Deddy Corbuzier dalam acara talkshownya, Hitam Putih, hidup mengikuti arus itu seperti membiarkan hidupmu yang sebelumnya ada di tempat tinggi, untuk dibiarkan perlahan jatuh ke tempat yang lebih rendah. Bukan begitu?

Ini analogi filosofisnya, bagi saya, hal ini benar juga, jika kita ada masalah, kemudian kita membiarkannya, atau selesaikan dan yah let it flow lah.. Wah, berarti ga pernah ada kemajuan dong dalam hidup kita. Bisa jadi yang ada malah bikin situasi makin terus turun ke bawah, meluncur drastis. Hahaha..

Lantas analogi apa yang paling tepat untuk memberikan motivasi kepada penggunanya?

Masih dari Deddy Corbuzier,,

"only dead fish go with the flow"

Analoginya diambil dari perjuangan ikan salmon yang berusaha melawan derasnya aliran sungai di Amerika Utara. Hanya ikan yang matilah yang akan terbawa arus. Ikan yang mau hidup akan terus berjuang untuk melawan arus.

Saya akan biarkan anda memahami makna dari quote indah ini. Ada satu ayat dalam Al Quran, semoga ini lebih bisa menginspirasi kita semua.


Hanya kepada Allah kita akan kembali, dan semoga hanya karena Allah posting ini dibuat untuk menginspirasi teman-teman ^_^.

Tuesday, March 22, 2011

Tanggal Lahir di Al Quran


Assalamualaikum..

Malam ini sedang iseng. Buka-buka Al Quran elektronik saya, apa ya yang bisa saya bagi malam ini? Akhirnya terlintas, bagaimana jika saya coba cari kombinasi tanggal kelahiran saya di Al Quran. Dan ini hasilnya!


Saya lahir tahun 1991, jika saya pisah menjadi 1:991, tidak bisa karena surah Al Faatihah hanya berisikan 7 ayat. Jika saya bagi menjadi 199:1, juga tidak bisa, karena surah di Al Quran berjumlah 114 surah, diawali dengan Al Faatihah dan diakhiri dengan An Naas. Maka yang paling bisa dipakai adalah kombinasi 19:91. Surah ke 19, yaitu surah Maryam, ayat 91.

Berikut kutipan pembahasan dari Al Quran ebook saya,

"Surat ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa a.s. yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya lsa a.s., sedang ia sebelumnya belum pernah dikawini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun. Kelahiran Isa a.s. tanpa bapa, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah s.w.t. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkannya doa Zakaria a.s. oleh Allah s.w.t., agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi."

Ayat 19 sendiri, berdasarkan ayat-ayat sebelumnya, (mohon ampun pada Allah jika saya salah tafsir),  adalah keadaan ketika masyarakat dimana Maryam hidup menganggap anak yang lahir darinya adalah anak Tuhan. Bahwa ketika itu bumi hampir runtuh mendengar ucapan mereka. Bahwa sesungguhnya semua yang diciptakan Allah adalah mahluk-Nya, yang telah diciptakan dalam hitungan yang sempurna jumlahnya dan hanya akan diturunkan ke dunia sebagai hamba... ^_^



 Nah untuk tanggal, ada dua kemungkinan nih. Pertama 11:4. Maka surah ke 11 adalah surah Huud, ayat ke 4. Nah lho.. Ayat yang ini mentereng banget peringatan dari Allah. Peringatan bahwa hanya kepada ALLAH lah semua mahluknya akan kembali, dimana ALLAH berkuasa atas segala sesuatu di bumi ini.

Jika perumpamaan Everythings happen for a reason adalah sebuah kebenaran, mungkin inilah sebuah teguran yang saya dapatkan. Pernah suatu waktu, seorang teman dari Jember bertanya, "kok blogmu sekarang mendalil Ta?", sempet bingung juga jawabnya. Tapi, InsyaAllah saya jawab waktu itu, "Ketimbang hati saya sibuk mengurusi dia yang sudah pergi, Saya lebih memilih untuk mengurusi tujuan akhir kita (jepada Allah-lah kembalimu) yang sudah teramat pasti". Maha Suci Allah, pemilik semua pujian..


Kemungkinan yang kedua adalah 4:11, surah ke empat ayat ke 11. Surat An Nisaa' ayat ke sebelas. An Nisaa' sendiri artinya wanita. Memang, disurat ini banyak sekali dibahas tentang wanita. Pada ayat ke 11, insyaALLAH, yang dibicarakan adalah tentang hak waris terhadap keluarga. InsyaAllah, saya masih belajar tentang hal ini ^_^..

Wassalam..

*posting ini bukan untuk semakin mengkaitkan Al Quran dengan nomor-nomor yang sering dibicarakan orang-orang, melainkan untuk mempelajari Al Quran lewat cara yang menyenangkan, tanpa meminggirkan tujuan utama kita, yaitu ridha ALLAH SWT. Jika ada niat saya bermain dengan Al Quran, saya mohon ampun kepada ALLAH SWT dan minta maaf kepada pembaca..Wallahualam..

Al Baqarah : 186 - Tentang Berdoa



Assalamualaikum, Wr Wb..

Saya pernah dengar dalam sebuah ceramah di kompleks perumahan saya di Lampung, keluarga yang baik akan memagari rumahnya dengan lantunan surah Al Baqarah dan Ali Imran. Waktu itu saya tak paham mengapa si Pak Kyai ngomong begitu. Maklum waktu itu ngaji di musholla ya dateng abis maghrib, duduk ngobrol, nunggu giliran ngaji, ngaji, kalo ada cermah didengerin, kalo ga ada ya jamaahan buat Isya' terus pulang. Waktu itu masih jahiliyah juga, pulangnya jalan sama anak-anak geng RA5MH, kadang obrolannya ya ngomongin orang. Hahaha..

Pembahasan kali ini adalah surah Al Baqarah ayat 186 tentang doa. Mengapa kok bahas ini? ga ada bahasan lain?

Ya ini sebenarnya terinspirasi dari status teman-teman di facebook yang suka update status "menderita". Dulu saya juga begitu, suka jika ada masalah update status galau-galau seakan jadi orang yang paling menderita di dunia ini. Tapi semenjak seorang dosen membuka mata saya dengan bilang,

"be careful, your page is a mirror of yourself, people could value you from what you wrote on your page. It is not relevant with your work, but remember that people are looking the best person from every side!"

Benar juga kata saya! Lalu bagaimana? Pacar saya tak punya, orang yang saya cintai sudah memilih yang lain, teman curhat saya tak punya, bla bla bla sok menderita.

Jangan lupa.

Saya ingat sebuah nasihat dari guru sejarah saya di SMA, Pak Jayadi. Beliau bilang, ketika yang lain menutup telinga atas penderitaanmu, Allah tetap ada untuk kita bercerita! That's the answer!

Benarkah Allah akan selalu ada? Al Baqarah ayat 186.. ^_^ ,..

Al Furqaan : 63 - Tentang Sifat yang Mulia


Muslim yang akan dimuliakan oleh Allah adalah orang-orang Muslim yang berjalan tanpa diiringi kesombongan, yang tetap mendoakan bagi orang lain keselamatan meski diperlakukan dengan tidak semestinya..

Siapakah kita di dunia ini jika dibandingkan dengan Allah SWT sehingga kita bisa merasa sombong dengan segala hal yang kita miliki..

Pelajarilah Al Quran bukan hanya Tajwidnya, tapi maknanya pula.. ^_^ mari berbagi kebaikan..

Monday, March 21, 2011

Sunday, March 20, 2011

Az Zumar : 38 - Tentang Berserah Diri



Hari ini rasanya bersyukur sekali  rasanya. Allah SWT menjamah doa saya. Selama beberapa minggu ini, saya mengulang terus sebuah doa. Saya mohon petunjuk. Petunjuk atas masalah yang saya alami. Ga penting dah masalah apa. Yang pasti ini sangat mempengaruhi pikiran saya. 

Beberapa kali dalam ibadah saya, saya merasa ditampar oleh sesuatu. Tiba-tiba saya terisak entah mengapa setiap kali masuk pembacaan surat pendek. Ada dua surat pendek yang biasa saya baca dalam shalat. Yang pertama Alam Nasyrah, yang kedua Al Ikhlas. Jika anda bertanya mengapa, saya juga tidak tahu. Mungkin sudah ditakdirkan Allah hanya dua surat itu yang saya lancar membacanya.. Haha..


Well, lupakan tentang isak tangis saya. Itu tidak penting.


Siapa Tuhanmu?

Siapa Tuhanmu? Benarkah hanya Allah yang kamu sembah?

Pernah tidak terlontar pertanyaan itu dalam diri anda? Jika pernah, kapan? Belakangan ini saya hampir lupa bahwa Allah lah Tuhan saya. Saya tampak menduakannya dengan urusan duniawi, kuliah, dan wanita. Jujur saja saya akui, kita sama-sama belajar. Saya terlalu sibuk dengan kuliah saya, kadang kecapaian, hingga akhirnya lupa dengan shalat. Shalatnya bolong-bolong, ngajinya serampangan, asal mood aja.


Dalam sebuah perjalanan pulang kuliah, saat itu Maghrib, saya buru-buru pulang. Ada sms dari mantan pacar saya, kami sedang ada masalah saat itu. Tiba-tiba handphone saya seperti lepas begitu saja dari genggaman saya, menghantam jeruji sepeda, dan mati seketika. Iqamah berkumandang.


Mungkin sedikit berlebih, tapi everything happens for a reason. Saya sedang diperingatkan, gumam saya ketika itu. Maka saya copot ear-set saya, dan saya kayuh sekuat tenaga sepeda saya. Mengejar Maghrib.


Saya baru saja diperingatkan..


Penting ga sih untuk sadar? Penting teman. Allah adalah pencipta segalanya, Dia menentukan jalan hidupmu, memberimu makanan, memberimu kehidupan. Apa yang akan terjadi jika kita lupa padaNya? Lupa untuk bersyukur padaNya? Percayalah teman, jika sekarang kita lupa bersyukur, lupa kepadaNya, bagaimana jika tiba-tiba nikmat itu seketika dicabut dari kita?


Pernahkah kita mendahulukan urusan duniawi ketimbang urusan dengan Tuhan? Saya pernah. Apakah itu berdosa?


Seorang dosen pernah memberikan sebuah kuliah hidup,,


"APA ITU DOSA?" katanya. "DOSA ADALAH SEBUAH PERASAAN TIDAK ENAK, BERSALAH, MENYESAL, KECEWA ATAS KELAKUAN SENDIRI, AKIBAT MELAKUKAN SESUATU YANG BERTENTANGAN DENGAN NURANI MANUSIA".


Hampir sama dengan konsep etis dan tidak etis, katanya.


Hanya kepada Allah lah kita akan kembali, teman..

Al A'raaf : 199 - Tentang Memaafkan, Kebaikan dan Menghindari Kebodohan

Semakin dewasa, hidup terasa makin berat. Tak ada lagi tempat bagi saya untuk bisa mengeluh kecuali kepada Yang Maha Adil, ALLAH SWT, Tuhan penguasa segala alam. Dari Zat Termulia itulah kita semua berasal, dan hanya kepada-Nya lah kita akan kembali nanti.. 

Sedari Yang Esa masih memberikan kesempatan bagi kita untuk bernafas, selagi Yang Maha Mendengar masih mengizinkan tanah menumbuhkan pepohonan, menghidupi milyaran manusia, dan mengizinkan saya menulis, izinkan saya berbagi dalam sebuah wajah baru blog saya.. ^_^






Saya belumlah menjadi seorang muslim yang baik, belumlah sampai pada sebuah taraf kesempurnaan sebagai muslim, atau kata orang awam yang mempelesetkan, para penghuni surga itu yang jidatnya (kening/forehead) menghitam karena banyak sujud kepada Allah SWT. Belum. Saya belum seperti itu. Jidat saya masih sama coklatnya seperti kulitnya. Abaikan. Ini hanya anekdot orang kampung.


Tapi, mungkin maksud lain dari selengek'an orang kampung itu ada juga maknanya. Yang saya tangkap dalam kalimat itu adalah "jika kamu ingin masuk ke surganya ALLAH SWT, maka yang harus kamu lakukan adalah memperbanyak sujudmu kepadaNya, caranya ya dengan shalat, baik yang wajib dan yang sunnah".


Simple kan?


Nyatanya tak begitu. Dalam berbagai kesempatan, penafsiran cara untuk masuk surga bagi saya, bukan hanya dengan sekadar sujud kepada Sang Penguasa Seluruh Alam, melainkan melengkapinya dengan perbuatan dan sikap yang baik (ahklakul karimah) terhadap manusia lainnya. 


Saya lupa bagaimana tulisan yang tepat, kalau tidak salah adalah "Hablum MinAllah, wa Hablum Minannas". Akhlak yang baik kepada ALLAH SWT dan juga hubungan yang baik kepada manusia yang lain (kalau saya tak salah -lagi-lagi- juga ada hubungan baik dengan mahluk lain dan alam sekitar).


Hubungan yang baik dengan manusia yang lain, bisa kita lihat dalam Al Quran surat Al A'raaf ayat 199 yang saya kutip di atas.

Menjadi Pemaaf


Apakah maaf itu? Jika pembaca mengira maaf adalah menerima kesalahan yang orang lakukan dan selesai begitu saja, maka mungkin ada baiknya kita menyamakan persepsi. Bagi saya, maaf adalah menerima suatu kesalahan yang orang lain lakukan, dengan mengetahui alasan mengapa kesalahan itu dilakukan dan mencoba mencari cara agar kesalahan tersebut, tidak lagi dilakukan di masa depan.


Susah? Ya memang begitulah adanya. Kadang kita sekadar menerima kesalahan kemudian berjabat tangan. Namun akan ada sisa kekesalan pastinya. "Sisa" itulah yang harus kita hapuskan. Caranya? Berkomunikasi.


Berbuat Baik
 
Ada sebuah quote dari sebuah sumber, "begitu mudah menjadi orang jahat, namun akan sangat sulit menjadi seorang yang baik". Mengapa? Karena dasar dari pilihan menjadi jahat dan menjadi baik adalah "kebiasaan". Jika sudah terbiasa dengan melakukan tindakan-tindakan yang "jahat" maka akan susah untuk mengubahnya menjadi "kebiasaan" yang baik.

Maka dari itu, seperti ungkapan dari seorang teman, "mulailah dari hal yang kecil". Lakukanlah kebaikan-kebaikan kecil terlebih dahulu. Menolong teman, menepati janji, dll.

Menghindari Kebodohan

Jika ayat ini ditafsirkan sebagai "menghindari orang-orang yang bodoh", maka bagi saya itu adalah tafsir yang kurang tepat. Menurut saya, tafsir yang tepat dari ayat ini adalah menghindari kebodohan-kebodohan yang ada disekitar kita. Seperti melakukan tindakan pemborosan dengan berhura-hura, memakan sesuatu yang tidak halal bagi diri manusia, dll.


*gambar didapat dari Al Quran e-book dari website http://geocities.com/alquran_indo

The Author

My photo
God gives you two ears so we can listen not only from one side. There are many perspective, point of view, and argument that can give you insights! Perhaps! Happy reading!
Muhamad Hasan Putra

Perumahan 1. Pt. GPM
Block F. 040
Bandar Mataram, Lampung Tengah
Lampung
34169

muhamad.hasan.putra@gmail.com

FB : Muhamad Hasan Putra

Twitter : @putrahasan