the roots of education are bitter, but the fruit is sweet ~aristotle~

Sunday, December 19, 2010

Organizational Structure

Daripada nganggur, mending nulis materi kuliah yang kemaren dipresentasiin ah..

Sebuah pembahasan biasa tentang organisasi. Semua pastinya mengerti bahwa organisasi adalah sekumpulan manusia yang bekerja sama membentuk kelompok tertentu untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Pada dasarnya, sistem dalam sebuah organisasi tak dapat secara kasat mata dilihat oleh pihak luar. Padahal informasi ini sangat penting, baik bagi para anggota di dalamnya, maupun bagi pihak luar yang berhubungan dengan perusahaan.

Selanjutnya, struktur organisasi menandakan hubungan formal diantara para anggota organisasi dalam hubungan pembagian tugas, tanggung jawab, dan kewenangan dalam organisasi. Karena sifat dari struktur organisasi yang tak kasat mata, maka dibuatlah bagan struktur organisasi. Tujuannya ya memperjelas pembagian tugas dan wewenang yang tadi telah disebutkan.

Adanya sistem yang terbentuk dan tergambarkan lewat struktur organisasi juga menandakan sistem pelaporan dari bawahan ke atasan atau arahan (perintah, petunjuk, dlsbg) dari atasan ke bawahan, yang selanjutnya dijelaskan dengan istilah TOP--DOWN dan BOTTOM--UP. Sistem pelaporan inilah yang dimaksud dengan hirarki kewenangan (hierarchy of authority).

Span of Control. Terjemahan pribadi saya adalah area kewenangan atasan terhadap sub-ordinatnya. Pada dasarnya dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
Narrow Span


Atasan memiliki lebih sedikit bawahan, namun tingkatan jabatan dibuat lebih banyak. Sistem ini nyata mulai ditinggalkan lantaran sangat tidak efisien. Selain memakan banyak biaya pada tenaga kerja, juga sistem pengambilan keputusan yang bertingkat membuat perusahaan bekerja pada sistem yang lambat.
Perusahaan (organisasi) dengan sistem ini  akan cenderung tampil dengan bagan berbentuk Tall (meninggi).

Wide Span
Berlawanan dengan narrow, sistem wide span membuat atasan mengelola lebih banyak bawahan. Namun, biasanya untuk mengatasi masalah keribetan dalam pengelolaan dan lain sebagainya, bawahan diberikan beberapa kewenangan untuk mengambil keputusan sendiri dalam pekerjaan. Dengan begitu, pengambilan keputusan yang bertele-tele bisa dihindari.
Nah, karena sistemnya wide, maka bagannya akan lebih FLAT (konteksnya melebar, menipis).

Dari sistem inilah dikenal yang namenye Delayering, atau penghapusan satu atau lebih level manajemen dengan tujuan---ehemm--penghematan biaya..

Dilanjut besok ya...

0 tanggapan:

The Author

My photo
God gives you two ears so we can listen not only from one side. There are many perspective, point of view, and argument that can give you insights! Perhaps! Happy reading!

Archive

Muhamad Hasan Putra

Perumahan 1. Pt. GPM
Block F. 040
Bandar Mataram, Lampung Tengah
Lampung
34169

muhamad.hasan.putra@gmail.com

FB : Muhamad Hasan Putra

Twitter : @putrahasan