the roots of education are bitter, but the fruit is sweet ~aristotle~

Monday, December 13, 2010

Teori Ekonomi

Sejenak diingatkan sama Pak bayu tentang konsep ekonomi yang diajarin waktu SMP, wah hampir aja lupa beneran. Itulho tentang Oikos, Nomos, kemudian motif menyimpan uang, teori dasar demand dan supply, serta tentunya prinsip ekonomi.

Iya prinsip ekonomi, yang dulu mungkin bunyinya kurang lebih begini, dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya berusaha mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Tentu, prinsip dasar ekonomi ini sudah ga relevan dengan keadaan perekonomian modern. Karenanya perlu ada modifikasi pada beberapa kata sehingga maknanya akan lebih relevan dengan keadaan sekarang.

Kira-kira, bentu itu akan jadi begini:

"dengan pengorbanan yang paling sedikit namun efisien, berusaha mendapatkan keuntungan tertentu yang optimal".

Nah, kalau kalimatnya begitu, akan terhapus nilai-nilai ke"matre"an dalam prinsip ekonomi yang lama, tanpa menghilangkan esensi dari dasar-dasar ekonomi itu sendiri.

Kembali ke teori ekonomi, menurut asuhan Pak Bayu, setidaknya ada 5 orang yang menonjol dalam pembentukan teori perekonomian. Mereka adalah John Locke, Adam Smith, Charles Darwin, JM Keynes, dan Karl Marx. Diluar mereka tentu masih ada Ricardo dan yang lainnya.

5 orang di atas memang menonjol dalam adanya perbedaan kubu aliran perekonomian hingga sekarang. Kalian pasti mengenal adanya idiologi Kapitalisme dan Sosialisme.

Nah, si John Locke, Adam Smith dan Charles Darwin mengemukakan teori yang berhubungan dengan kepopulerannya teori kapitalisme. John Locke secara langsung menyerang adanya pemerintahan, Adam Smith dengan teori Invisible Hand (teori yang menyerahkan pasar ke tangan swasta tanpa perlu adanya intervensi pemerintah), dan Charles Darwin dengan teori Survival of the Fittest. Pembahasan satu persatu akan di bahas di judul lain.

Sementara Keynes dan Marx mengumandangkan semangat sosialisme ke dunia. Keynes menyatakan pentingnya intervensi dari pemerintah untuk mencegah kesewenang-wenangan swasta dalam perekonomian. Sementara Marx menginginkan penghargaan dan pengutamaan pada kaum buruh yang memiliki peran besar dalam perekonomian.

Baik sosialisme maupun kapitalisme, tak ada yang menjamin akan bisa berjalan sebagaimana semua teori katakan. Tidak ada fungsi kontrol yang jelas. Pada kapitalisme, peran swasta sangat kuat, kadang pemerintah yang ada pun bisa dikuasai demi keamanan usaha. pada sosialisme justru sebaliknya, tidak adanya peran swasta akan membuat kreativitas orang terbatas. Selain itu, peran pemerintah akan semakin besar.

Hal ini bisa kita kaitkan ketika ekonomi Amerika Serikat sebagai penganut kapitalisme jatuh pada 1930 dan periode 2006-2008. selain itu juga perekonomian Rusia yang sosialis pada tahun 1940-an.

Ada baiknya kita mulai melirik suatu sistem perekonomian baru yang paling cocok dengan sistem di Indonesia. Tertantang?

1 tanggapan:

Anonymous said...

ekonomi Islam mungkin saja bisa menjadi alternatif...

The Author

My photo
God gives you two ears so we can listen not only from one side. There are many perspective, point of view, and argument that can give you insights! Perhaps! Happy reading!

Archive

Muhamad Hasan Putra

Perumahan 1. Pt. GPM
Block F. 040
Bandar Mataram, Lampung Tengah
Lampung
34169

muhamad.hasan.putra@gmail.com

FB : Muhamad Hasan Putra

Twitter : @putrahasan