the roots of education are bitter, but the fruit is sweet ~aristotle~

Tuesday, March 29, 2011

A Feast in Nuyoo People and Their Things

Nuyoo adalah sebuah daerah yang hampir sama dengan daerah lainnya, dimana orang pagi pergi bekerja, dan sore kembali setelah selesai. Perbedaannya hanya ketika mereka melakukan perayaan terhadap Santo. Mereka mengadakan berbagai acara yang melibatkan banyak penduduk. Mayordomos, suami istri yang mengorganisir acara ini, menyediakan makanan bagi ratusan penduduk lewat pendanaan resiprokal yang disebut Saa Sa’a. Dalam sistem pendanaan tersebut, terbentuklah rantai nilai dan pertukaran yang kompleks antar penduduk, yang berlangsung dalam periode yang lama.
Fiesta juga melambangkan sebuah persatuan dalam komunitas Nuyooteco. Ketika makanan yang disumbangkan oleh penduduk kepada mayordomos sampai ke tempat pengumpulan makanan, makanan tersebut dicampur dalam satu tempat setelah sebelumnya dihitung. Maknanya mengacu pada prinsip “orang-orang makan dari tortilla yang sama”.
Konsep pendanaan acara seperti Saa Sa’a adalah salah satu contoh pendanaan acara besar yang sangat efektif. Selain itu, konsep Saa Sa’a juga melambangkan bagaimana orang menciptakan, membangun dan menjaga hubungan dengan orang lain. Menurut John, antropolog yang menulis artikel ini, telah sejak lama pertukaran barang dan jasa dalam masyarakat sebagai subuah titik mula dari sebuah hubungan kohesi dan kompetisi sosial, kekuasaan dan prestis, hirarki dan solidaritas. Meski dalam konsep Saa Sa’a, apapun yang diberikan oleh seseorang dalam acara fiesta tersebut ke Mayordomos, berharap untuk dikembalikan jika dia mendapat giliran menjadi Mayordomos di fiesta berikutnya.
Dalam transaksi resiprokal, tidak selalu hubungan yang ada adalah sebuah hubungan yang simetris. Banyak contoh yang mengemukakan bahwa terkadang pemberi ada dalam posisi yang lebih tinggi dari penerima hadiah. Atau setidaknya ada bentuk perasaan superioritas, hingga hadiah tersebut dibalas, dengan yang setara, atau mungkin lebih baik. Sehingga, hubungan sosial antara pemberi dan penerima adalah krusial untuk menentukan arti pemberian tersebut.
Nilai politik dalam resiprokalitas ini mengindikasikan bahwa ada kemungkinan bahwa petukaran tersebut dilakukan dengan sebuah motif lain di luar ikatan solidaritas kelompok. Salah satu contohnya adalah Postlach yang dilakukan penduduk asli Amerika.  Dalam acara ini, mereka memberikan hadiah kepada rivalnya dalam ukuran yang mungkin akan susah untuk dikembalikan. Ini melambangkan kekuatan dan supremasi ekonomi pemberi kepada si penerimanya. Selain itu, pertukaran seperti ini juga melambangkan ketergantungan penerima kepada pemberi. Misalnya ketergantungan atas pekerjaan, perlindungan dan sumber kehidupan.
Melihat adanya pertukaran dan hubungan sosial dalam masyarakat adalah salah satu cara antropolog melakukan pendekatan pada ekonomi. Cara lainnya adalah melalui kegiatan produksi. Menurut Karl marx, berdasarkan hubungan produktifnya, masyarakat dapat dibagi menjadi lima, yaitu, primitif, feodal, oriental, kapitalis, dan sosialis. Berdasarkan klasifikasi ini, pola-pola masyarakat dapat juga dibagi menjadi empat, yaitu foraging (kelompok kecil, fleksibel dan nomaden, masih menggunakan teknologi berburu), tribal (dalam kelompok yang lebih besar, telah menguasai teknologi bercocok tanam dan kemampuan untuk menyimpan makanan), chiefdom (telah ada kelompok-kelompok sosial, menguasai teknologi irigasi, yang membuat mereka lebih produktif), dan state (sangat kompleks dan telah terstratifikasi, rural dan urban).
Selain produksi, juga ada konsumsi, yang didasarkan pada kebutuhan dasar manusia. Konsumsi melambangkan kesejahteraan seseorang. Namun, konsumsi juga melambangkan kondisi perekonomian di sebuah Negara. Juga melambangkan kapan akan adanya masa puncak konsumsi, dan lain sebagainya. Bahkan nilai konsumsi suatu barang bagi suatu masyarakat bisa saja berbeda dengan penilaian pada masyarakat lain.
Uang dan pasar. Transaksi adalah salah satu kegiatan ekonomi, uang mengubah nilai barang menjadi bentuk simbolik yang melambangkan keteraturan. Meski uang mengubah pandangan masyarakat akan nilai barang, terkadang nilai-nilai historis masih terdapat dalam mata uang. Amerika Serikat misalnya yang menggunakan George Washington dan bahasa latin dalam cetakan dollarnya. 

0 tanggapan:

The Author

My photo
God gives you two ears so we can listen not only from one side. There are many perspective, point of view, and argument that can give you insights! Perhaps! Happy reading!

Archive

Muhamad Hasan Putra

Perumahan 1. Pt. GPM
Block F. 040
Bandar Mataram, Lampung Tengah
Lampung
34169

muhamad.hasan.putra@gmail.com

FB : Muhamad Hasan Putra

Twitter : @putrahasan